Fast No Hustle Blog,Service Perlu Kamu Ketahui, Ini Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti!

Perlu Kamu Ketahui, Ini Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti!


Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti

Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti – Oli atau pelumas sudah seperti makanan pokok bagi kendaraan bermotor, baik roda empat maupun dua. Tanpa oli, mesin kendaraan akan cepat aus, dan mengalami overheat. Kalau sudah begitu, jangan harap kendaraan mesinnya tahan lama. Yang ada justru bisa rusak fatal. Itulah kenapa semua jenis kendaraan bermotor wajib melakukan perawatan ganti oli secara berkala.

Komponen yang tidak kalah penting adalah filter oli. Sesuai namanya, alat ini berfungsi menyaring atau memfilter oli mesin sebelum disirkulasikan ke internal mesin. Filter ini menjaga kebersihan oli dari debu, metal, hingga kotoran terkecil berukuran 15-40 mikron. Dengan begitu, oli atau pelumas terjaga kemurniannya, dan mampu menjadi bahan pelumas yang optimal bagi mesin kendaraan.

Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti

Kapan sebaiknya mengganti filter oli?

Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti

Pertanyaan ini sebenarnya bisa disandingkan dengan pertanyaan “Kapan sebaiknya mengganti oli?”. Ya, idealnya mengganti filter oli dilakukan bersamaan dengan saat kendaraan ganti oli. Pemakai oli berkualitas seperti oli X-TEN bisa mengganti olinya setelah mencapai 5.000 kilometer pada motor, dan 15.000 kilometer pada mobil. Hal ini karena memang oli X-TEN, olinya tahan lama. 

Kalau ditanya rentang waktunya, semua tergantung frekuensi pemakaian kendaraan, rata-rata biasanya antara 3-4 bulan sekali. Jadi ketika oli kendaraan diganti dengan yang baru, maka filter oli idealnya ikut diganti yang baru. Dengan demikian proses pelumasan dapat berjalan optimal, sehingga motor atau mobil Anda mesinnya tahan lama.

 

Apa akibatnya filter oli tidak rajin diganti? 

Alasan Filter Oli Harus Rutin Diganti

Seperti disebutkan tadi, karena fungsinya adalah menyaring kotoran pada oli. Andai filternya sudah tak layak pakai tapi masih dipaksakan terus, akibatnya dapat membuat oli cepat kotor. Dengan oli yang kotor, gesekkan mesin memicu aus, serta naiknya suhu mesin. Oli yang mestinya bisa berguna sebagai pembersih dan pendingin mesin, tak dapat bekerja optimal. Ini bisa berakibat overheat, munculnya suara tak nyaman, dan kelamaan mesin pun rusak. Kotoran yang tidak tersaring pun dapat menyumbat mesin, mengganggu sirkulasi oli. 

Lagipula, walaupun sudah ganti oli baru, aabila filternya tidak diganti maka tak lama olinya akan kotor lagi. Ibaratnya, sia-sia melakukan ganti oli apabila tidak disertai dengan mengganti filternya. Padahal harga filter oli relatif terjangkau, tidak lebih mahal dari harga oli itu sendiri. Bayangkan kerusakan yang bisa terjadi hanya gara-gara malas mengganti filter oli. Bisa jadi biayanya jauh lebih besar lagi.

Filter oli seperti apa yang bagus? Semua tergantung pada jenis kendaraan Anda. Sesuaikan dengan spesifikasi kendaraan, agar tidak menyesal. Belilah yang orisinal, bukan filter oli aftermarket agar kualitasnya terjamin. Namun apabila terpaksa membeli yang aftermarket, pastikan ukuran diameternya sesuai. Sebab jika tidak, maka berisiko terjadi kebocoran. 

Itu tadi sekilas seluk beluk filter oli yang sama pentingnya dengan oli mesin itu sendiri. Rajinlah merawat motor atau mobil Anda, agar tidak menyesal di kemudian hari. Kita semua tentu ingin mesinnya tahan lama, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.